Pembelajaran dalam PJJ (Tugas 1 – Kompetensi Pendidikan Jarak Jauh (PJJ))

Standar

Kompetensi Dasar PJJ

Tugas TOPIK-1
Setelah mempelajari Topik – 1 buatlah rangkuman dari apa yang Anda pahami?

Rangkuman :
PJJ adalah sekumpulan metode pengajaran dimana aktivitas dosenan dilaksanakan secara terpisah dari aktivitas belajar. Pemisahan kedua kegiatan tersebut dapat berupa jarak fisik, misalnya karena peserta ajar bertempat tinggal jauh dari lokasi institusi pendidikan. Pemisahan dapat pula jarak non-fisik yaitu berupa keadaan yang memaksa seseorang yang tempat tinggalnya dekat dari lokasi institusi pendidikan namun tidak dapat mengikuti kegiatan pembelajaran di institusi tersebut.
faktor yang menyebabkan orang menggunakan PJJ dalam memecahkan masalah pendidikan yang dihadapi.
Keterpisahan kegiatan pengajar dari kegiatan belajar adalah ciri yang khas dari PJJ. Selain itu dalam PJJ juga menggunakan bermacam metode pembelajaran yang dikomunikasikan melalui media. Dengan demikian PJJ diharapkan dapat mengatasi beberapa masalah yang ditimbulkan akibat keterbatasan dosen yang berkualitas. Pada sistem pendidikan ini dosen dan peserta didik tidak harus berada dalam lingkungan geografi yang sama.

Berikut ini adalah faktor yang menyebabkan orang menggunakan PJJ dalam memecahkan masalah pendidikan yang dihadapi.

1. Daya tampung sistem pendidikan biasa selalu terbatas sesuai dengan kemampuan ruang kelas, begitupun jumlah peralatan yang digunakan, dan ketersediaan serta kemampuan tenaga dosen.

2. Tempat tugas pegawai yang menjadi calon peserta didik tersebar di seluruh pelosok tanah air.

3. Tenaga dosen yang baik belum tentu tersedia setiap diperlukan, sehingga pengelola pendidikan terpaksa menggantikannya dengan dosen yang kurang baik.

PJJ memerlukan interaksi yang tinggi antara pengajar dan peserta didik, sekalipun di wilayah terpencil. Manfaat interaksi ini adalah: PJJ memperbolehkan peserta didik untuk mendengar dan mungkin melihat pengajarnya, sebagaimana keharusan dosen untuk menjawab pertanyaan atau komentar dari peserta didiknya.

Secara umum dapat disimpulkan bahwa sistem PJJ didasarkan pada:
1. keterpisahan antara peserta didik dan pengajar dalam ruang dan waktu;

2. pemanfaatan (paket) bahan belajar yang dirancang dan diproduksi secara sistematis;

3. adanya pertemuan pengajar dan peserta didik yang tidak terus menerus (non-contiguous);

4. organisasi pendidikan melalui beragam media; dan

5. adanya penyeliaan dan pemantauan yang intensif dari suatu organisasi pendidikan.

Beberapa prinsip yang menjadi landasan dalam PJJ, yakni:
· Prinsip 1 Kemandirian
· Prinsip 2 Keluwesan
· Prinsip 3 Keterkinian
· Prinsip 4 Kesesuaian
· Prinsip 5 Mobilitas
Beberapa langkah proses pembelajaran antara lain:
· Pemilihan program berdasarkan kebutuhan.
· Pengaturan waktu belajar, waktu tes, dll.
· Mengikuti tutorial.
· Memanfaatkan bimbingan dan konseling bila ada masalah.

Beberapa bentuk PJJ antara lain adalah:
· Program pendidikan mandiri
· Program tatap muka yang diadakan di beberapa tempat pada waktu yang telah ditentukan, informasi pendidikan tetap disampaikan, dengan/tanpa interaksi dari peserta didik.
· Program yang tidak terikat pada jadwal pertemuan, di satu atau banyak tempat.

Ada beberapa hal yang turut mendukung keberhasilan belajar melalui program PJJ:
1. Interactivity (Interaksi)
2. Active learning (Pembelajaran Aktif)
3. Visual imagery (Gambaran Visual)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s